1. Spesifikasi Hardware pada PC atau laptop

Keyboard: Standard 101/102-Key or Microsoft Natural PS/2 Keyboard

Gambar 1

Mouse: HID-compliant mouse Gambar 2

Printer aktif: Tidak ada Gambar 3

RAM: 1,93GB Gambar 4

VGA: NVIDIA GeForce 7050 / NVIDIA nForce 610i Gambar 5

Sound Card: Realtek High Definition Audio Gambar 6

Hard Drive (C:): WDC WD800BD-22MRA1 Gambar 7

Proccesor: Intel(R) Pentium(R) Dual CPU E2810 @2.00 GHz Gambar 8LAN: NVIDIA nForce Networking Controller Gambar 9

 

2. Kustomisasi Hardware

1.  Mengatur kecepatan gerak-gerak ‘kedipan’ pada pointer mouse saat pengetikan, dengan cara mengatur sub properties ‘Cursor Blink Rate’

Gambar 10

2. Mengubah bentuk penunjuk pointer, pada box Customize, pilih icon keyboard yang anda sukai.

Gambar 11

3. Mengubah kecepatan gerak mouse, dengan cara menuju kotak dialog  ‘Double-click Speed’ kemudian atur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan.

Gambar 12

4. Menunjuk letak lokasi mouse dengan muncul ikon melingkar saat ‘hilang’ dalam proses pengetikan karena dibiarkan terlalu lama, dengan cara men-checklist pada kotak dialog “show Location of pointer when I press the CTRL key”.

Gambar 13

5. Memberi efek baying-bayang mouse pada mouse saat digerakkan, dengan cara men-checklist pada bagian kotak dialog “Display pointer trails”.

Gambar 14

 

Selamat Mencoba.. :)

Saat dikatakan dalam Al Qur’an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.”
(Q.S Al Qiyamah:3-4)
Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.
Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.
Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur’an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.
Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.
Betapa, Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna..
Nikmat manakah lagi yang akan kita dustakan? :)
By: Anita Aprilia
Biologi 48
Dikutip dari: www.harunyahya.com

Bismillahirrahmanirrahiim..

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.
Seperti kita ketahui bahwa Indonesia terkenal sebagai sebuah Negara Agraris yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Sungguh, sebuah karunia yang besar dariNya kita dapat menghuni alam raya ini. Tanah subur nan membentang luas, sumber daya perairan yang melimpah dan kawasan hidup yang asri. Namun jika kita tengok ke belakang, seberapa jauh para rakyatnya memanfaatkan alam yang kaya ini? Sungguh menyedihkan, Negara ini dihuni oleh rakyat miskin di atas tanah yang kaya raya. Apa faktor utama yang menyebabkan hal ini? Saya berpikir lebih jauh bahwa akar dari masalah ini adalah terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk memanfaatkan kemegahan alam raya ini menjadi sebuah hasil karya nyata yang dalam hal ini produk untuk kebutuhan sehari-hari seperti hasil pertanian, perkebunan dan perairan. Mayoritas masyarakat Indonesia bersifat konsumtif, tanpa berinisiatif untuk berlaku produktif. Memang tidak selamanya pendidikan menentukan kemajuan pola pikir seseorang. Namun sampai saat ini, setidaknya pendidikan memberikan sumbangsih yang lumayan besar untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Para petani di pertanian dan perkebunan Indonesia mayoritas berasal dari desa yang memanfaatkan lahannya dengan metode pemanfaatan nenek moyang yang sangat jauh ketinggalan jaman di tengah hingar bingar globalisasi kemajuan dunia. Tak heran, rakyat Indonesia menjadi rakyat kelaparan di tengah kekayaan alamnya yang luas. Dengan kenyataan ini, tidak aneh jika dalam masalah sekedar memenuhi kebutuhan perut saja, Indonesia masih melakukan impor beras dari negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Kita dihadapkan pada fakta yang memalukan, sebuah Negara Agraris melakukan impor beras yang merupakan hasil dari pengolahan pertanian.

Anita Aprilia
G34110037
SAHABAT TANI 48
anita_nurrahmah@yahoo.com

What the date is today?
May 2015
S M T W T F S
« Mar    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Recent Comments